achdaf weblog

Entries from September 2004

Ramadhanku kan tiba

September 28, 2004 · Leave a Comment

Ramadhanku kan tiba. Akankah ku kan menjumpainya? Meski hanya kurang setengah bulan lagi.

Akankah Allah memberi jatah umur padaku sampai 15 hari lagi agar ku dapat bersua dengan Ramadhanku?

Ya, Rab. Kabulkanlah doaku agar ku dapat bersua dengannya. Menjalani hari-hari penuh berkah, dengan shalat tarawih dan tilawah, meski harus berada di negeri yang aku pun belum begitu mengenalnya.

Namun, tetaplah ia bumi-Mu, milik-Mu, yang rahmat-Mu kan tak pernah hilang.

Agar Ramadhanku dapat mengantarkanku menuju fitrah-Mu.



Ku mengharapkan Ramadhan kali ini penuh makna

Agar dapat kulalui dengan sempurna

Categories: Uncategorized

Senandung Nostalgia

September 24, 2004 · 1 Comment

Cuplikan syair nasyid lama, oleh the Zikr, termasuk nasyid yang saya kenal pas awal-awal kenal nasyid dulu, pas masih imut-imut (ceileee :) dengan seragam putih abu-abu. Mengingatkan kita akan tidak berharganya dunia, namun kita sering terlena karenanya. Judulnya “Antara 2 Cinta”.

Apa yang ada jarang disyukuri

Apa yang tiada sering dirisaukan

Nikmat yang dikecap

Baru kan terasa bila hilang

Apa yang diburu timbul rasa jemu

Bila sudah di dalam genggaman

Dunia ibarat air laut

Diminum hanya menambah haus

Nafsu bagaikan fatamorgana di padang pasir

Panas yang membahang disangka air

Dunia dan nafsu bagai bayang-bayang

Dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan leraikanlah dunia

Yang mendiam di dalam hatiku

Kerana di situ tidakku mampu

Mengumpul dua cinta

Hanya cinta-Mu kuharap tumbuh

Dibajai bangkai dunia yang kubunuh

(Sebuah doa, untukku, untuk semua…)

Categories: Uncategorized

Antrilah di loket…

September 24, 2004 · 1 Comment

Canggung, kaget, sekaligus kagum! Itulah kesan pertama yang saya dapatkan kala memasuki hari-hari pertama di negeri gingseng ini, Korea Selatan. Bagaimana tidak. Wong setiap kali saya mau naik bis yang menjemput saya berangkat ke tempat kerja, harus cepat, karena siapa cepat, dia dapat. Atau harus agak berdesakan ketika akan masuk pintu KRL di stasiun bekasi, biar dapat tempat yang nyaman, dan yang penting aman, nah ini mau masuk KRL saja kita harus antri, itupun di tempat dimana pintu KRL pas akan terbuka di situ. Pas. Keheranan dan kekaguman saya gak berhenti di situ. Ketika naik bus pun, yang waktu itu sedang lagi turun hujan, kita pun harus masuk satu persatu, antri bo. Tidak peduli waktu itu hujan agak turun rintik-rintik, dan semua melakukannya dengan sabar. Semua melakukannya karena memang mereka sadar akan keteraturan itu. Luar biasa! Kok bisa ya?

Oh ya, hal yang menarik lainnya tentang keteraturan di sini, yakni pas ketika saya dan teman-teman akan menyeberang. Di sini, kalo lampu tanda boleh menyeberang belum menyala, jangan harap ada yang berani yang menyeberang, sekalipun waktu itu jalanan lagi sepi, dan tidak ada satu kendaraanpun yang lewat. Semua menunggu sampai lampu hijau menyala. Bagaimana di negeri saya? Anda semua tau sendiri gimana kondisi lalu lintasnya. Dan, setiap kali saya menemukan sesuatu yang bertolak belakang antara kondisi di sini dengan di tanah air, saya hanya bisa mengeluh, mungkin, sekaligus berharap, bermimpi, dan berdoa, agar suatu saat nantinya negeriku tidak seperti sekarang ini. Karena seburuk apapun negeriku, sebagus apapun negeri orang, hatiku tetap di tanah airku. Karena ini adalah amanah Allah.

“Kenyataan di hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan di hari esok. Insya Allah!”

Categories: my journey

Ikhtiar Bangsaku

September 20, 2004 · 1 Comment

Hari ini, bangsaku berikhtiar untuk menentukan nasibnya ke depan. Suatu ikhtiar? Ya, karena Allah sendiri tak akan mengubah nasib suatu kaum bila kaum itu sendiri tak mengubahnya. Walaupun masih ada sebagian orang yang -menurut saya- skeptis dengan keadaan yang ada, sehingga aliran nasib dibiarkan mengalir begitu saja. Ini adalah suatu ikhtiar, yang hasilnya sepenuhnya kita serahkan kepada Allah. Adalah lebih baik untuk berbuat, meski kita tidak bisa melakukan perubahan secara menyeluruh, namun setidaknya kebaikan yang walaupun sedikit itu bisa juga mengurangi mudhorot yang mungkin tidak banyak juga. Daripada tak ada kebaikan sama sekali dan keburukan semakin meratulela. Ini adalah suatu ikhtiar, yang semoga pertolongan Allah yang Maha Menentukan akan memberi hasil di luar apa yang kita semua perkirakan.

Insya Allah, dengan pertolongan-Nya, kita bisa.

Categories: Uncategorized

Salam buat dunia

September 17, 2004 · 1 Comment

Assalamualaikum

Salam sejahtera semoga limpahan kasih sayang-Nya senantiasa kita balas dengan cinta pada-Nya

Wassalamualaikum

Categories: Uncategorized