Ngomong-ngomong soal kedewasaan, ane jadi ingat salah satu iklan rokok yang bunyinya kalo gak salah begini, “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan”. Ya, memang kedewasaan itu tidak diukur dari usia seseorang. Karena menurut ane, kedewassan itu lebih dipengaruhi oleh mental dan jiwa, secara psikis, bukan fisik. Karena betapa banyak kita menemui orang dengan usia yang sudah dibilang tua, namun dalam kelakuannya belum menunjukkan sikap kedewasaan, malah kadang kekanak-kenakan, tua yang ane maksud di sini tidak termasuk manula, yang kekanak-kanakannya memang karena pikun. Atau kadang kita tidak jarang menemui seseorang yang secara umur relatif muda, tapi secara pemikiran dan sikap telah menunjukkan kematangan dalam dirinya. Kedewasaan menurut ane dapat dilihat dari bagaimana cara dia berfikir, bertingkah laku, bagaimana cara dia mengendalikan emosi, menyikapi masalah, bersikap terhadap orang lain, cara berbicara dsb, Kedewasaan ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lingkungan, didikan orang tua, pendidikan, baik formal maupun informal, agama, dan mungkin juga faktor keturunan.
Kedewasaan ini menurut saya sangat mempengaruhi jalan hidup seseorang, dan ini sangat diperlukan untuk kelak menunjukkan kemandiriannya, kemampuannya dalam mengendalikan dan memimpin diri sendiri, terlebih lagi ia seorang pemimpin orang banyak, apalagi pemimpin bangsa. Kedewasaan itu mutlak diperlukan. Namun sayangnya hal ini tidak ditunjukkan olah mantan presiden kita, Megawati. Bayangkan, ketika para kepala negara dan utusan negara lain menghadiri momentum bersejarah di negara kita ini, ternyata malah presidennya sendiri (waktu itu kan SBY belum resmi dilantik, jadi belum bisa disebut presiden) eh malah nggak datang. Berbagai isu pun muncul. Ada yang bilang sakit hati, ingin menenangkan diri, dsb. Yang salah satu beritanya beliau itu sakit hati, soalnya pas dulu SBY ditanya apa mau mencalonkan diri sebagai presiden, dijawab nggak. Eh, sekarang malah dikalahkan oleh SBY. Kesimpulannya, beliau itu ngambek. Kalo yang ngambek itu anak-anak seumur tk ato sd sih nggak apa-apa, namanya juga anak-anak, kan belum dewasa, belum bisa mengendalikan diri. Tapi ini yang ngambek itu presiden, ato mantan presiden lah, yang seharusnya bisa dewasa dalam bersikap, mana masalah yang sifatnya pribadi, mana yang itu termasuk tugasnya sebagai kepala negara. Karena kemaren pas pemilu itu yang kalah kan Megawati calon presiden dari PDIP, sedang yang diundang untuk hadir dalam pelantikan presiden adalah Megawati sang presiden RI. Tapi ternyata, beliau masih belum bisa membedakan itu kelihatannya, jadinya ngambek! Kalo ngambek itu menurut saya adlah sifat anak-anak, ato kekanak-kanakan, bukan sifat pemimpin bangsa, bukan sifat orang dewasa. Jadinya mantan presiden kita itu kekanak-kanakan dong ? Terserah, anda sendiri yang menilai.