achdaf weblog

Entries from April 2006

Wisata Gunung Mas

April 25, 2006 · 10 Comments

Dua minggu yang lalu, tepatnya hari Ahad, 16 April, DPC tempat saya tinggal saat ini mengadakan wisata ke Gunung Mas, di daerah puncak Bogor. Karena namanya wisata dan diikuti nggak hanya kaum adam, tapi juga ibu-ibu dan anak-anaknya yang masih lucu-lucu. Setelah menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Bekasi, kami sampai di tempat tujuan sekitar jam 10an. Dibuka dengan sedikit pembukaan dan taujih dari Ust. DH Al Yusni (anggota DPR RI) yang biasa mengisi acara kajian tiap ahad pagi di DPC saya, trus dilanjutkan dengan acara jalan-jalan santai menyusuri kebun teh selama sekitar 1,5 jam. Setelah shalat dhuhur dilanjutkan dengan beragam permainan baik bagi para bapak, ibu, dan tak kalah serunya dalah permainan bagi anak-anak. Acara refresing yang cukup lumayan di tengah-tengah kepenatan akan rutinitas. Menghirup udara segar di puncak gunung lumayan buat sedikit membersihkan paru-paru yang sering kemasukan polusi. Menikmati pemandangan kebun teh yang terbentang luas dan teratur rapi. Cuman sedikit sayang, seandainya acaranya diadakan bulan depan mungkin lebih seru. Berikut sedikit gambar pemandangan yang sempat terekam selama acara.







Categories: Uncategorized

Innalillahi, Sembrani Kecelakaan

April 15, 2006 · 7 Comments

Pagi ini, buka detik com ada berita yang cukup mengagetkan bagi saya, kereta api sembrani (jurusan jakarta – surabaya) menabrak kereta api kertajaya (jurusan jakarta – surabaya juga) di stasiun gubug, jawa tengah. Samapi pagi ini, korban meninggal diperkirakan 11 orang. Cukup mengagetkan karena akhir-akhir ini ketika saya mau pulang ke surabaya saya sering menggunakan kereta api ini (sembrani) untuk mengantar saya pulang ke rumah tercinta. Memang sebenarnya dari segi harga dan waktu lebih menguntungkan naik pesawat, tetapi ada suatu kelebihan yang ada pada kereta, yakni karena kemudahan jangkauan dari stasiun pasar turi (tujuan kereta di surabaya) dengan rumah saya yang bisa ditempuh dengan berjalan kaki tidak lebih dari 15 menit, daripada naik pesawat yang saya harus nambah ongkos naik taxi lagi. Alhamdulillah, rupanya Allah masih memberi kesempatan kepada saya untuk bertobat lebih lama lagi, yang mungkin tidak suatu saat nanti bila masanya telah tiba Allah tak memberi kesempatan lagi.

Kondisi transportasi di negara kita memang jauh-jauh dari 2 hal, yakni nyaman dan aman, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Contoh yang paling mudah bisa kita lihat dari kondisi KRL di Jakarta, udah nggak nyaman, nggak aman pula. Keamanan bukan hanya terkait dengan keamanan penumpang selama di perjalanan, mengingat kondisi kereta yang bobrok, tapi juga jauh rasa aman dari para preman. Beberapa waktu yang lalu teman saya harus kehilangan HP-nya yang baru dia beli tidak lebih dari sebulan. Atau kita juga masih ingat bagaimana kecelakaan yang menimpa KRL karena atapnya ambruk. Belum lagi kesadaran masyarakat yang rendah, seperti pencurian kabel KRL serta pencurian besi rel kereta. Apa mereka nggak berfikir seandainya di antara penumpangnya ada saudara atau kerabat keluarga mereka yang akhirnya tertimpa kecelakaan karena perbuatan mereka itu. Saya sangat terkesan dengan kondisi perkeretaapian di korea. Sudah murah, aman, nyaman lagi. Kita bisa menyusuri seluruh sisi kota Seoul hanya dengan sekali tiket sesuai dengan stasiun yang dituju. Jadi kalaupun harus berganti kereta kita tidak perlu membayar lagi, karena hanya dikenakan ketika kita sudah keluar di stasiun tujuan. Kita juga gak perlu was-was kalau tertidur sementara hp kita terlihat dari luar. Para orang tua, ibu hamil, atau penyandang cacat juga gak perlu kuatir gak dapat tempat karena telah disediakan tempat duduk khusus untuk mereka di pojok setiap gerbong. Kondisi karetanya meski murah tapi bersih, pedagang asongan pun gak banyak dan gak mengganggu. Kalaupun ada yang mengganggu paling-paling ya bau khas orang korea saja (wah pertama kali bau mau muntah rasanya). Kalau Anda pernah naik KRL express, kurang lebih kayak gitulah kondisi KRL di Korea, meski di sana ada tambahan LCD displaynya untuk sekedar hiburan di jalan.

Terkait dengan ide subway di Jakarta, terbayang nanti bisa ada KRL seperti halnya di Korea sana. Tapi, kadang ada rasa pesimis kalau ada sebuah proyek besar di Indonesia sini, paling-paling hangat-hangat tai ayam. Korupsi, mark-up sana-sini, akhirnya gak selesai-selesai. Seperti halnya proyek jembatan Suramadu yang udah belasan tahun gak kelar-kelar. Wallahu’alam, sampai kapan kondisinya seperti ini.

Categories: Uncategorized

Anugrah Terindah

April 5, 2006 · Leave a Comment

Memiliki seorang istri adalah anugerah terindah. Salah satu nikmat paling besar barangkali, setelah iman dan islam di dada. Ia adalah perhiasan terbaik kita di dunia.

Pemberian dari Allah adalah nikmat-Nya, karenanya kita harus mensyukurinya. Suatu nikmat barangkali kita merasa ada kekurangan di dalamnya, namun janganlah kita melihat suatu nikmat dari kekurangannya, lihatlah nikmat itu sebagai suatu pemberian dari yang sebelumnya tidak ada. Syukurilah nikat itu meski menurut kita ada kekurangan. Bersyukurlah kita sekarang memilikinya,dari yang sebelumnya tidak memiliki. Reduksi perasaan kekurangan dengan rasa syukur karena telah mendapatkan, sementara orang lain masih banyak yang belum mendapatkannya.

Demikian juga seorang istri. Bersyukurlah bila kita telah mendapatkannya. Kalau ada kekurangan, bersyukurlah, karena sebelumnya kita tidak memilikinya. Niscaya Allah akan menambah kualitasnya. 

Categories: my family