achdaf weblog

Entries from July 2006

Benih Itu Kini Tersemai

July 27, 2006 · 4 Comments

Benih itu mulai tumbuh. Ianya diambil dari tempat yang bersih dan terjaga. Terjaga dari nafsu dan keburukan manusia. Terjaga dari tangan-tangan jahil yang kadang berusaha tuk menyentuh permukaannya yang sensitif oleh sentuhan. Ia terbentuk dari sel-sel pilihan yang terbaik namun sensitif. Ia kini diletakkan di tempat yang terjaga. Di sebuah rumah kaca tempat menyemai benih itu. Tempat yang memang telah dipersiapkan untuknya. Agar benih yang masih muda itu bisa tumbuh dengan semestinya. Sebuah benih memang memerlukan sebuah lingkungan tersendiri yang dikondisikan agar ia bisa tumbuh dengan sempurna. Ia harus diperlakukan secara hati-hari, agar tumbuh berkembang. Bukan bermaksud memenjakan benih itu, dengan maksud agar ia kuat diterpa angin kencang, gangguan hewan, hujan yang deras. Bukan, bukan itu maksudnya. Namun benih ini memang spesial, sama spesialnya dengan buah yang suatu saat nanti dihasilkannya. Benih ini memerlukan perawatan yang tepat, tidak lebih dan tidak kurang. Takaran airnya harus pas, jangan sampai kekurangan hingga ia kekeringan. Pun jangan berlebih hingga menenggelamkannya. Suhunya pun harus dijaga, jangan terlalu panas, ataupun dingin. Karena ia bukanlah benih dari tumbuhan 4 musim yang bertahan hidup di segala musim. Pupuknya juga begitu, harus sesuai dengan rekomendasi dari pihak terkait dengan takaran yang pas pula. Perawatannya memang harus ektra hati-hati. Kalau ada sedikit yang tidak pas harus segera diantisipasi, kalau memang masih menginginkan benih itu tumbuh. Namanya juga yang merawt manusia, tempatnya salah dan dosa. Terkadang lalai sehingga tidak cukup benar mengemban amanahnya. Asal azzam tuk membesarkan benih itu tetap terjaga, insya Allah bantuan-Nya senantiasa tercurah.

Benih itu sedang tumbuh. Di lingkungan dan tangan yang insya Allah tepat. Perlahan tapi pasti, ia akan tumbuh besar. Beberapa waktu ke depan, akan tumbuh darinya kuncup-kuncup bunga. Dengan dedaunan yang mengelilingi keindahannya. Dan perlahan kemudian suatu saat kuncup itu pun akan mekar, kuncup itu akan mekar jadi bunga. Bunga yang tak hanya indah dipandang, namun juga harum baunya. Menjadikan pemiliknya merasa bahagia tiap kali memandangnya. Tak hanya yang memilikinya, namun orang lain pun terpesona akan keindahannya, tersentuh oleh pesona harumnya yang semerbak. Harum yang unik, elegan, mencerminkan sebuah keindahan dan kesucian.

Categories: Uncategorized

Hikmah Di Balik Tragedi

July 27, 2006 · 3 Comments

Selasa malam y.l, sambil menonton berita di tv terkait dengan perkembangan di Lebanon atas peristiwa agresi Israel laknatullah sempat sedikit berdiskusi dengan istri. Ada suatu hikmah yang cukup besar terkait dengan agresi militer itu. Salah satunya orang-orang jadi tahu bagaimana sepak terjang Israel di timur tengah selama ini. Media yang terus menerus mengekspos perkembangan di timur tengah menjadikan mereka yang sebelumnya gak tau sama sekali apa yang terjadi di timur tengah selama ini, jadi cukup nyambung lah, bahwasanya selama ini di sana telah terjadi tragedi kemanusian yang menjadikan nyawa manusia tak berharga sama sekali. Rekan-rekan kerja saya yang selama ini gak tahu menahu jadi cukup mengikuti perkembangan yang ada. Milis-milis umum pun cukup banyak terhiasi oleh berita-berita itu. Setiap orang yang memiliki nurani pasti akan miris dengan kondisi yang ada, tanpa memandang apa agamanya. Bagaimana nyawa manusia tak berharga sama sekali, anak-anak, wanita, orang tua, jadi korban kekejian bangsa kera itu. Barusan saja saya menerima email dari seorang rekan kerja yang sebelumnya gak tahu apa yang terjadi do timur tengah. Beberapa hari yang lalu juga ada salah seorang rekan kerja yang menanyakan tentang Palestina dan Al-Aqsha. Rekan-rekan saya yang sebelumnya mungkin belum pernah menginfaqkan uangnya untuk perjuangan rakya Palestina, kini mereka melakukannya. Bahkan diadakan pula donatur tetap yang dipotong dari gaji tiap bulannya. Sesaat sebelum saya menikah kemarin, sempat juga dilakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestine, dan alhamdulillah hasilnya lumayan.

Setiap peristiwa akan ada hikmah ada, meski kita kadang kurang menyadarinya. Masalah Palestina dan Lebanon hendaknya bukan menjadi konsumsi kaum muslimin saja, seolah yang terjadi adalah perang agama, tapi saat ini yang terjadi adalah tragedi kemanusiaan, yang bukan hanya kaum muslimin saja yang menjadi korban. Khaibar khaibar ya yahud …

Categories: Uncategorized

What’s your Japanese Name?

July 26, 2006 · 2 Comments

Nemuin barang lucu. Just 4 fun :)

Your Japanese Name Is…

Senichi Matsudaira

Categories: Uncategorized

Sengaja atau Tidak ya ?

July 26, 2006 · 2 Comments

Hari sabtu kemarin, saya dan istri menunaikan agenda yang sudah kami rencanakan beberapa waktu yang lalu, bersilaturrahim ke teman saya yang tinggal di daerah jakarta selatan yang sekitar bulan mei yang lalu telah menjadi seorang bapak. Mereka berdua agak cukup istimewa bagi kami. Pasalnya sang bapak yang bernama Edi adalah teman satu angkatan saya selama kuliah di elektro ITS dulu, sementara sang ibu yang bernama Gatri adalah teman satu SMU istri saya. Alhasil, pertemuan kemarin laksana sebuah reuni saja bagi kami berdua. Setelah kami coba mengingat-ingat, ternyata ada beberapa pasang dan calon suami istri dengan kondisi serupa. Maksudnya sang suami adalah teman saya, sementara sang istri adalah teman istri saya. Bulan kemarin kalau tidak salah, teman satu angkatan saya yang bernama Koko juga menikah dengan Feni yang juga teman akrab istri semasa neraktivitas di kampus dulu. Dan insya Allah akhir bulan ini juga, teman satu SMU saya dulu, Didin, akan menikah juga dengan Nurina, yang juga teman satu SMU istri saya. Padahal, mereka menikah bukan kami yang jadi perantara, sebagaimana ada beberapa rekan lain yang seperti itu. Namun itu semua rasanya juga rahasia Allah yang telah mempertemukan manusia itu dengan jodohnya masing-masing, tanpa orang itu pernah menduga sebelumnya. Seseorang yang kita perkirakan akan menjadi jodoh seseorang, dengan segala kondisi yang memungkinkan ke arah itu, tidak akan terjadi kalau Allah tidak menjadikan mereka jodoh, begitu pula sebaliknya. Karenanya, tidak perlu bersusah payah mencari jodoh, dengan berbagai cara yang malah manjadikan ibadah yang satu ini terkotori karena proses dan jalan yang ditempuh menuju ke arah sana tidak sesuai dengan syariat-Nya. Ya, kalau sudah jodoh, tak kan ke mana lah :)

Categories: Uncategorized

TV Pendidikan, Opo maneh kuwi ?

July 10, 2006 · 2 Comments

Barusan baca berita di Jawa Pos seperti ini :

Depdiknas meluncurkan program TV pendidikan bekerja sama dengan TVRI. Tiap Senin hingga Kamis pukul 07.00-09.30 ditayangkan program tiga mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional. Sasarannya siswa kelas 3 di 28.376 SMP negeri dan swasta di 353 kabupaten yang dianggap minim fasilitas dan belum memiliki kemampuan standar.

Setiap sekolah bakal mendapat dua pesawat televisi. Namun, Depdiknas menganggarkan pembelian 75.000 TV. Pembelian sarana itu menyedot anggaran terbesar dari total Rp 213, 69 miliar. (Sumber : Jawapos.Com)

Melihat dari sedikit gambaran acaranya, saya jadi teringat acara palajaran di TPI ketika awal-awal mengudara dulu. Tiap hari ada semacam siaran pelajaran apakah itu matematika, kimia, ataupun fisika. Namun, lambat laun di tengah gencarnya arus komersialisasi siaran tv akhirnya TPI nggak jauh beda siarannya dengan stasiun tv yang lain (mungkin ini yang menyebabkan TPI nggak pernah memasang lagi kepanjangannya, malu kali yah :) .

Dari kacamata positif, kita bisa cukup menghargai niatan baik pemerintah itu, yang katanya bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pendidikan. Tapi di sisi lain, kita cukup miris dengan program itu. Mengapa? Karena kalau dilihat, kayaknya program seperti itu belum cukup urgen, efektivitasnya pun masih dipertanyakan. Seberapa jauh nantinya program itu bisa meningkatkan mutu pendidikan kita, menilik dari kasus ujian nasional yang kacau balau itu. Alangkah baiknya dana yang cukup besar itu dipergunakan untuk hal-hal yang bersifat riil, seperti pembangunan sarana-prasarana pendidikan, mensubsidi guru, menurunkan harga buku, dll, yang efeknya benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, seperti biasa pada proyek-proyek di pemerintahan, tentu saja ini harus diawasi penggunaan dananya harus transparan. Jangan sampai ada kebocoran dana, atau mark-up harga televisi yang dibeli dengan harga yang mahal namun kualitas bodong. Nah, kayaknya pemerintah memang masih harus menunjukkan kesungguhan dan itikad baiknya untuk benar-benar berkeinginan untuk memajukan pendidikan. Bukan sekedar lipstik belaka dengan program-program yang jauh panggang dari api.

Categories: Uncategorized

Tak Sesederhana Yang Terlihat

July 5, 2006 · 1 Comment


Seringkali kita melihat sesuatu persoalan itu sepele, padahal sesungguhnya bisa jadi persoalan itu tidak sesederhana yang kita kira. Beberapa hari yang lalu, saat membuka-buka majalah ummi punya istri yang kebetulan memuat artikel tentang pernikahan. Sebagai ilustrasi tentang pernikahan, dipasanglah gambar sepasang cincin kawin emas, tentu saja cincin kawin untuk lelaki dan perempuan. Kalau kita melihatnya sekilas saja gambar tersebut dan terkonsentrasi pada artikel yang ada, mungkin gak ada apa-apa. Tapi kalau diperhatikan lebih mendalam, ada yang aneh menurut saya di situ, yakni pemasangan sepasang cincin perkawinan, di sebuah artikel tentang keluarga di sebuah majalah yang mengusung tema keislaman. Bisa jadi memang maksud dari sang ilustrator ingin menggambarkan sebuah pernikahan yang indah, namun bagi saya bermakna lain, yakni seakan-akan sepasang cincin kawin adalah bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah proses pernikahan Islam. Kalau mungkin hanya sebuah cincin sebagai mahar bagi pihak perempuan, bisa jadi tak masalah menurut saya. Tapi kayaknya gak seru juga kan kalau cuman sebuah cincin dijadikan ilustrator sebuah pernikahan. Nah, disinilah dituntut kejelian kita dalam melihat makna sebuah gambar. Karena sebuah gambar bisa bermakna tidak hanya satu, tapi bisa dua, sepuluh, ratusan, tergantung persepsi orang yang melihatnya bukan. Nah kalau hal seperti ini diteruskan, bisa jadi orang yang pemahaman kesilamannya kurang akan beranggapan, karena ia melihatnya dari sebuah majalah yang mengusung tema Islam kaaffah, maka orang akan beranggapan penggunaan cincin emas bagi sepasang pengantin adalah sesuatu yang disyariatkan, nah repot gak tuh. Karenanya, kita memang dituntut untuk selalu jeli dalam melihat sebuah persoalan. Sensitifitas kita harus senantiasa diasah agar tak terjebak oleh jebakan syetan yang sering kali tak terasa.

Categories: Uncategorized

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

July 5, 2006 · 3 Comments

Sekedar ingin menyapa saja, buat para sobat yang mengunjungi blog saya ini, yang sebulan lebih gak ter-update.
Hanya ingin mendoakan agar sobat semua tetap sehat, semangat, terjaga hati dan iman kepada Yang Menguasai hati kita

Categories: Uncategorized