achdaf weblog

Dia yang Paling Mencintaiku

December 12, 2006 · 1 Comment

Siapakah yang paling mencintai saya di dunia ini? Istri saya kah? Oh, tentu saja istri saya sangat mencintai saya, dan itu mungkin gak perlu diragukan lagi. She has brighten my day (I luv u sweety ^-^). Tapi, ia bukanlah yang paling mencintai saya. Orang tua saya? Jawabannya kurang lebih sama. Merekalah yang paling berjasa membesarkan saya, mencurahkan segala kasih sayangnya kepada saya hingga kini. Tapi mereka juga bukanlah yang paling mencintai saya. Lalu siapakah?Beberapa hari belakangan, kondisi ruhiyah memburuk, drop. Amaliyah keseharian yang biasanya sedikit tambah semakin menurun. Shalat shubuh jadi terlambat. Namun ternyata Dia menegur saya dengan indahnya. Tidak dengan cobaan ataupun peringatan, tapi dengan tausiyah dari para asatidz melalui lisan dan tulisannya. Minggu yang lalu ketika mengikuti tatsqif rutin, Dia memberikan jawaban atas kondisi yang saya alami. Saya yang datang terlambat ternyata pada saat itu sedang dibahas pas dengan kondisi saya. Dimana salah satu sebab menurunnya amal ibadah kita adalah dosa yang kita perbuat. Baik dosa yang kecil, atau kita anggap kecil, apalagi dosa yang besar. Dosa-dosa itu merintangi kita untuk lebih dekat pada-Nya, merasakan kenikmatan berkhalwat dengan-Nya. Tak berhenti di situ. Di saat shubuh saya terlambat, ternyata Ia memberi jawaban secara langsung juga. Ketika kemarin saya dan istri jalan-jalan ke Indonesia Book Fair dan menemukan stand Tarbawi, ternyata edisi terbaru majalah itu membahas topik utama tentang Shalat Shubuh yang terlambat. Duh, kena telak 2 “pukulan”. Malu diri ini, yang kurang bersyukur, jauh dari sabar, ibadah lemah, sering khilaf, dan banyak dosa ini ternyata Ia yang paling mencintaiku masih memberikan perlakuan yang luar biasa. Ibarat Ia memberi madu seluas samudra, namun ternyata aku malah memberi nila. Ia masih menyayangiku meski aku sering lupa pada-Nya, meski aku sering menomorsekiankan Dia.

Ia-lah yang paling mencintaiku. Ia Rabbku, Tuhanku, Tuhanmu. Allah Subhanahu Wata’ala.

Categories: my dien · my family

1 response so far ↓

  • Bintang bintang // January 2, 2007 at 6:23 am

    hmmm..solat subuh terlambat ?
    kebiasaan yang aneh :D
    bukannya abis solat malam dilanjutkan tilawah mpe adzan subuh kemudian solat berjamaah itu lebih nikmat ? :-P
    kadang si abis ma’tsurat pagi tidur lagi…hehehe..ngantuk

You must be logged in to post a comment.