achdaf weblog

Pembelajaran Tauhid ala Aa

December 22, 2006 · 2 Comments

Pembelajaran tauhid tampaknya ingin diberikan Aa Gym kepada para jamaahnya terutama, dan kita pada umumnya, seiring dengan pernikahan beliau untuk kali kedua serta berbagai reaksi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat. Saya tidak ingin memperpanjang lebar sehingga menjadi luas kejadian ini, tetapi saya ingin mencoba mengambil hikmah dari kejadian ini. Tadi pagi saya menerima kiriman dari seorang teman terkait dengan penjelasan detail Aa Gym dalm hal ini. Ada beberapa point penting yang bisa kita ambil ibrohnya.Secara umum, saya melihat bahwa Aa Gym ingin memberikan sebuah pembelajaran tauhid, bahwasanya :

1. Kita harus menerima keseluruhan dari syariah Islam yang kita yakini ini, jangan sampai kita menjadi kaum yang hanya menerima apa-apa yang kita suka, sementara menentang sesuatu yang jelas hukumnya namun karena tidak sesuai dengan keinginan kita lantas kita kemudian menentangnya. Dalam hal ini Aa gym bisa jadi sedang menguji para jamaah (atau fansnya) yang terutama dari kalangan ibu2/wanita yang selama ini senantiasa seakan komitmen dengan nilai keislaman, untuk kemudian diuji dengan sesuatu yang amat sangat sulit mereka terima. Padahal selama ini mereka diberikan tausiyah agar komit dengan nilai keislaman secara syamil, menyeluruh, tanpa memilih. Dan ternyata memang banyak yang shock. Sebagian diantara mereka ada yang bisa menerimanya karena memang mengerti, namun ada juga yang belum bisa menerimanya. Dan inilah pe-er bagi Aa Gym pada para jamaahnya untuk mengajarkan lebih lagi makna “undkhulu fissilmi kaaffah”. Dan Aa Gym nampaknya ingin mengambil suatu titik ekstrim yang memang risikonya sangat berat.

2. Peristiwa tersebut juga memberikan gambaran bagi Aa Gym, bagimana kondisi jamaahnya (ato fansnya) yang sebenarnya. Apakah mereka selama ini mengikuti Aa Gym karena Aa Gym-nya atau karena apa yang disampaikannya. Apakah selama ini mereka menjadikan Aa Gym sebagai selebritis, idola, public figure yang jadi panutan dengan segala keshalihan, kekayaan, kesakinahan keluarganya, ataukan mereka mengikuti kajian-kajiannya karena apa yang disampaikan Aa Gym suatu kebenaran. Aa Gym ingin memberikan pembelajaran dari apa yang (kalau gak salah) disampaikan oleh shahabat Ali r.a : “undzur ma qalaa wala tandzur man qalaa”, lihatlah apa yang dikatkan, bukan siapa yang mengatakan. Sebab saya pribadi kadang menilai bahwa apa yang dilakukan Aa Gym menjadikan orang melihat siapa dia, bukan apa yang disampaikan yakni Al-Islam itu sendiri. Apakah para jamaah itu masih tetap komit dengan tarbiyah yang diberikan Aa Gym selama ini ketika Aa Gym tiada, masihkan mereka istiqomah dengan jalan Islam ini. Sehingga tidak terjadi kultus individu baru di tengah masyarakat nantinya. Saya masih ingat komentar salah seorang perempuan yang katanya media tokoh, “Aa Gym ternyata manusia biasa juga”. Karena dalam doktrin pikirannya ia hanyalah belihat bahwa laki-laki yang neristri lebih dari 1 adalah manusia yang hanya punya syahwat, tanpa nurani. Namun justru dengan tindakan yang memiliki risiko sangat tinggi inilah, dimana Aa Gym mempertaruhkan segala popularitas, saya melihat kelebihan yang dimiliki Aa Gym, yang dengan peristiwa ini beliau telah membuat dakwahnya pada jalur yang benar, yang mungkin bisa jadi sebelumnya sedikit mengalami distorsi.Jazakallah buat Aa Gym. Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan bagi orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Baarakallahu laka wabaraka ‘alaika wajama’abainakuma fii khairin.

Categories: my dien

2 responses so far ↓

You must be logged in to post a comment.