“…Mereka (para istri) adalah pakaian bagi kalian (para suami) dan kalian adalah pakaian bagi mereka…” (QS. Al-Baqarah:187)
Allah memberikan perumpaan yang sangat indah bagi sepasang suami istri laksana suatu pakaian. Sebagaimana layaknya suatu pakaian, maka ia memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai penutup aurat. Aurat adalah bagian tubuh yang diperintahkan oleh Allah untuk ditutup, kecuali kepada mereka yang memang Allah halalkan untuk diperlihatkan. Aurat laki-laki berbeda dengan aurat perempuan. Selain itu, pakaian juga memiliki fungsi keindahan, dimana seseorang juga dilihat dari cara kita berpakaian. Saya tidak mengatakan mewah atau bagaimana, tapi selayaknya kita menampilkan diri sebaik-baiknya, bukan seadanya, namun bukan juga dipaksakan, karena kesan pertama seseorang juga dilihat bagaimana ia berpakaian, meski memang tidak mutlak sifatnya. Selain itu pakaian juga sebagai identitas diri kita, apalagi sebagai seorang muslim. Terutama kaum wanita, orang dapat dengan cepat mengetahui apakah seorang perempuan itu muslimah atau bukan dari cara dia berpakaian (menutup aurat, berjilbab dsb). Dari sisi kesehatan, pakaian berfungsi sebagai pelindung tubuh kita dari terik matahari yang menyengat, dingin yang sangat, melindungi kita saat kehujanan dan perubahan cuaca yang melanda.
Dengan analogi yang sama dapat kita ibaratkan pada sepasang suami istri. Suami istri adalah penutup aurat bagi pasangannya. Sebagai sepasang manusia yang hidup bersama, tentu mengahui banyak hal dari pasangan masing-masing, dari semu aspek, positif maupun negatif. Sehingga selayaknya suami istri bisa saling menutup kekurangan dan aib masing-masing sebagai suatu aurat yang jangan sampai orang lain tahu. Karena bila ini terjadi maka sedikit menggoyang biduk rumah tangga yang terjalin. Suami istri sebagai pakaian dalam unsur keindahan dalam arti sikap dan akhlaq suami istri yang baik akan memberi citra kebaikan bagi pasangannya masing-masing. Jadi kalau suaminya seorang dengan akhlaq yang baik, maka istrinya pun harus berakhlaq baik pula, agar citra kebaikan pada diri suaminya juga terjaga, begitu pula sebaliknya. Hal yang sama juga berlaku sebagai identitas. Istri yang shalihah akan menunjukkan identitas diri dan suaminya sebagai keluarga yang taat, menjadikan Allah sebgaai satu-satunya tujuan dirinya. dan terakhir, suami istri akan dapat menjadi guardian angel bagi pasangannya. satu sama lain dapat saling menjaga sepenuhnya, jiwa dan raga, ruhiyah dan jasadiyah. Saling membina dan mendidik antara sesamanya. Saling mengajarkan apa yang bisa diajarkan pada pasangannya. Mengingatkan dikala yang satu lalai, meneguhkan di kala yang lain sedang goyah. Mengingatkan kala lupa, dan mengobati kala sakit.
*****
Akhirnya, doa keberkahan senantisa teriring buat dua orang sahabat kami (sobat saya di surabaya dan sobat istri di jakarta) yang sedang berproses menuju penggenapan dien. Semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan dalam perjalanannya.