achdaf weblog

Entries from July 2007

Nasehatmu adalah Hak Saudaramu

July 26, 2007 · Leave a Comment

Dalam suatu kesempatan taklim, seorang peserta bertanya kepada sang pembicara, “Ustadz, bagaimana menyikapi permasalahan yang dialami oleh seorang ikhwah, semisal terkena fitnah, apakah kita harus segera melaporkannya kepada struktur yang terkait bilamana hal itu terkait nama baik jamaah?”. Sang ustadz yang memiliki pengalaman dakwah dan pemahaman Islam yang mumpuni kemudian memberikan penjelasan terkait dengan hak-hak berukhuwah, terutama menyikapi kasus tadi. Beliau kemudian menjelaskan bahwasanya salah satu hak saudara kita apabila melakukan suatu kesalahan bukanlah langsung memvonisnya, apalagi sekedar jadi bahan pembicaraan yang menjurus ke “ghibah”, tetapi harusnya kita menyampaikan haknya yakni berupa NASIHAT. Ya, nasihat. Karena seringkali kita melupakannya dan cenderung “menghukum” saudara kita itu. Beberapa hari yang lalu istri bercerita tentang salah seorang temannya yang menurutnya ada yang salah dalam dirinya, tapi beliau mengalami dilema, apakah membiarkannya sementara bisa jadi masalah itu akan terus berlarut-larut, atau mencari solusi namun khawatir memperluas wilayah permasalahan. Kemudian saya katakan kepadanya bahwa hak saudara kita yang melakukan sesuatu yang bukan haknya (ada pelanggaran atau apapun istilahnya), maka sudah menjadi haknya untuk diingatkan, diberikan nasihat, bukannya malah dibiarkan karena itu bukan penyelesaian.

Saudaraku, sudah selayaknyalah kita membuktikan cinta kita kepada saudara kita, salah satunya dengan memberikan haknya berupa nasihat itu. Agar kita tidak menjadi orang yang malah menjadikan perbuatan seseorang (baik ataupun buruk) sebagai bahan pembicaraan yang mengarah kepada ghibah, padahal ghibah itu layaknya memakan daging bangkai saudaranya sendiri.

Categories: my dien

Entering Rajab …

July 17, 2007 · Leave a Comment

“Allahumma baariklana fii Rajab wa Sya’ban wa ballighna fii Ramadhan”

Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban dan pertemukanlah kami di bulan Ramadhan

Semoga Ramadhan tmendatang lebih baik dari kemarin, ibadah lebih khusyu, tilawah lebih banyak, sadaqah lebih lancar, dan yang tak kalah penting bisa lebih sering berbuka di rumah ama istri dan calon jundi kami. Amien.

Categories: my life

Beratnya perjuangan seorang ibu

July 14, 2007 · 1 Comment

janin

Menjadi suami yang istrinya sedang hami, memberikan pelajaran berharga kepada saya arti seorang ibu. Kalau anda seorang suami yang sudah mengalaminya mungkin sudah mengetahuinya. Istri saya yang saat ini memasuki perjalanan kehamilan 3 bulan lebih (sekitar 14 minggu) membuat saya bisa melihat dan mambayangkan bagaimana perjuangan ibu saya sewaktu mengandung saya sekitar 27 tahun yang lalu. Sungguh perjuangan yang tidak ringan. Masa-masa awal kehamilan dimana sang ibu seringkali mual, terjadi pula pada istri saya selama 3 bulan terakhir ini. Kondisi yang sangat berat memang. Di satu sisi sang ibu harus mendapat asupan gizi yang cukup dan lebih dari biasanya (karena ia makan tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun juga untuk calon bayinya), namun kalau sehabis makan seringkali istri saya jadi mual. Serba salah jadinya, nggak makan badan butuh makan, sementara kalau makan seringkali timbul mual, bahkan muntah. Badan yang lebih mudah lelah membuat mobilitas dan stamina istri jadi berkurang. Dan kondisi ini bukan sehari atau dua hari, tapi sudah berjalan selama 3 bulan lebih, dan hampir tiap hari. Saya sampai tidak tega melihat kondisi istri setiap kali kondisi seperti ini terjadi. Dan hal seperti ini nampaknya akan terus berlangsung hingga mencapai bulan kesembilan dan kelahiran. Allahu akbar !!! Pernah saya bicara ke istri, sungguh “enak” menjadi bapak, hanya “berjuang” di awal “proses” saja, sementara yang berjuang secara langsung dengan segala konsekuensinya dan menjaga hasil “proses” agar tetap sehat adalah sang ibu. Hingga saat kelahiran nanti harus berjihad antara hidup dan mati.

Maka tak salah bila Rasul SAW memberikan 3 suara untuk ibu dan hanya 1 suara buat bapak, manakala seorang sahabat beliau bertanya kepada siapa dia harus taat. Melihat perjuangan sejak kehamilan hingga kelahiran, menyusui, mendidik hingga besar, sungguh layak diazab seorang anak yang durhaka kepada ibunya, menyia-nyiakan ibunya di masa tua, lupa akan orang yang paling berjasa pada dirinya. Tak salah bila hikayat, dongeng, legenda hingga kisah para sahabat dan salafus shalih seringkali berpihak pada ibu, saat sejarah bertutu tentang kedurhakaan seorang anak kepada ibunya dan azab yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada dirinya. Duh ibu, semoga diri ini mampu menjadi qurratu a’yun bagimu, sebagaimana aku mengharapkan hal serupa pada anakku kelak.

Categories: my family · my life