aku adalah aku
bukan dia, mereka, atau ia
aku adalah aku
seorang anak manusia
dilahirkan dari manusia pula
aku adalah anak dari kedua orang tuaku
maka aku bercita-cita menjadi anak yang shalih bagi mereka
aku adalah seorang suami dari istriku
maka aku harus menjadi qawwam baginya
aku adalah ayah dari anakku kelak
maka aku harus membimbing anakku
aku adalah saudara dari saudara-saudaraku
maka aku harus bisa membuktikan bahwa aku saudaranya
aku adalah bagian dari masyarakat, bangsa, dan negaraku
maka aku harus bisa bermanfaat padanya
dan aku adalah seorang hamba dari TUHAN-ku
maka aku harus mengabdi hanya dan hanya untuk-Nya
aku hanyalah seorang manusia
apalah artiku
saat ku tak bisa berarti apa-apa bagi orang sekitarku
aku punya cita dan asa
tapi aku juga punya keterbatasan
aku punya nyawa dan raga
tapi ia juga bukan milikku
semua hanyalah titipan-Nya
suatu saat kukembalikan pada Sang Pemilik
dan IA akan bertanya
“apa yang telah kau lakukan dengan titipan-KU?”
— refleksi 27 tahun kehidupanku —