achdaf weblog

Entries from September 2007

Peran Suami – Ayah

September 30, 2007 · Leave a Comment

Beberapa peran yang diambil oleh seorang suami dan ayah :

1. Panglima yang mengarahkan biduk rumah tangganya kemana arah yang akan dituju
2. Guru yang mendidik istri dan putra-putrinya
3. Syaikh yang memberikan pendidikan dien dan menjaga keimanan, menjaga keluarganya agar selamat dunia akhirat kelak
4. Sahabat yang siap menjadi penghibur, teman bermain, dan pendengar yang baik bagi istri dan anaknya

Sebuah peran yang tidak ringan memang … But it must be done !

Categories: my family

Kaya dan Sukses

September 23, 2007 · Leave a Comment

Kaya manakala kita bisa MENIKMATI setiap episode kehidupan kita
Miskin adalah manakala kita merasa TERBEBANI saat menjalani episode kehidupan kita

Sukses adalah bila kita MAU mengusahakan dan memberi yang terbaik pada setiap peran kehidupan kita
Kegagalan adalah bila kita TAK PERNAH MAU berikhtiar untuk memberi yang terbaik bagi peran hidup kita

Categories: my life

Berbenah

September 18, 2007 · Leave a Comment

saatnya berbenah
bukan berarti sebelumnya antah berantah
tapi seharusnya orientasi itu harus menemukan jalannya kembali, agar senantiasa terarah
kehidupan memang kadang misteri yang kadang tidak tahu akan kemana
berangan menginginkan keinginan searah dengan kenyataan
namun seringkali berbeda dengan kenyataan
kadang kerasa lebih baik, kadang kerasa berbeda 180 derajat
namun kanyataan haruslah dihadapi, bukan dihindari
nikmati masakan yang ada di hadapan kita
dan jangan dicela kalau kita tak suka
syukur harusnya terpanjat, karena DIA masih memberi kita makan

hidup memang harus punya orientasi yang jelas
akan kemana biduk ini diarahkan
bersyukur, sabar, dan tak pernah putus asa
dibungkus dengan ikhlas di hati
ah, rasanya hal ini mudah di kata, berat di laku, berat di hati
kejujuran hati apakah kita telah bersyukur sulit menemukan jalannya
apakah kita telah bersyukur yang sebenarnya
atau hanya hiburan dari dan untuk diri kita
bahwa kita sudah berbuat baik pada diri kita
bahwa kita sudah sesuai dengan arahan-Nya
namun ternyata nafsu masih membayang di dada
ia masih belum ikhlas seikhlasnya
keikhlasan itu harus benar-benar diikhlaskan nyatanya

berbenah kembali
agar hidup ini menemukan jalannya kembali
yang kadang berkabut
yang kadang kita telah berbelok di suatu persimpangan lain tanpa disadari

“dengan bismillah kita melangkah …”

Categories: my life

aku …

September 12, 2007 · Leave a Comment

aku adalah aku
bukan dia, mereka, atau ia

aku adalah aku
seorang anak manusia
dilahirkan dari manusia pula

aku adalah anak dari kedua orang tuaku
maka aku bercita-cita menjadi anak yang shalih bagi mereka

aku adalah seorang suami dari istriku
maka aku harus menjadi qawwam baginya

aku adalah ayah dari anakku kelak
maka aku harus membimbing anakku

aku adalah saudara dari saudara-saudaraku
maka aku harus bisa membuktikan bahwa aku saudaranya

aku adalah bagian dari masyarakat, bangsa, dan negaraku
maka aku harus bisa bermanfaat padanya

dan aku adalah seorang hamba dari TUHAN-ku
maka aku harus mengabdi hanya dan hanya untuk-Nya

aku hanyalah seorang manusia
apalah artiku
saat ku tak bisa berarti apa-apa bagi orang sekitarku

aku punya cita dan asa
tapi aku juga punya keterbatasan

aku punya nyawa dan raga
tapi ia juga bukan milikku
semua hanyalah titipan-Nya
suatu saat kukembalikan pada Sang Pemilik
dan IA akan bertanya
“apa yang telah kau lakukan dengan titipan-KU?”

— refleksi 27 tahun kehidupanku —

Categories: my life

Ramadhan kita, akankah seperti Ramadhannya televisi?

September 11, 2007 · Leave a Comment

Pertanyaan itu seketika melintas di kepala saya, saat menatap bahwa 2 hari lagi Ramadhan kan tiba. Rasanya belum sadar sesadar-sadarnya bahwa ia akan datang. Pengalaman bahwa biasanya ibadah kita meningkat saat Ramadhan terbayang di depan mata. Namun terjun bebas lagi setelah Ramadhan selesai. Persis seperti televisi yang berlomba-lomba menampakkan diri sebagai televisi paling religius dengan menayangkan tanyangan-tayangan berbau islam, namun kembali ke wujud sangarnya takkala Ramadhan selesai. Coba perhatikan televisi kita, pasti berubah drastis. Kuliah subuh yang biasanya menjadi pelengkap saja, kini seakan jadi tanyanga utama. Mulai dari sahur orang sudah disuguhi berbagai tayangan. Sinetron pun berbau Ramadhan. Iklan dll berbau selamat berpuasa. Namun karena semangatnya adalah kapitalisme, jadilah itu sekedar alat mencari keuntungan, mengeruk iklan. Para presenternya ataupun bintang filmya berusaha berpakaian serapi mungkin, semenutup mungkin. Mereka semua berlomba menjadi yang tampak paling alim. Namun karena itu sebuah tren, dan dimana-mana yang namanya tren akan hilang dengan cepat bila trennya telah selesai, begitu juga wajah televisi. Kembali mengumbar syahwat.

Itulah wajah pertelevisian kita saat Ramadhan, musiman. Pertanyaannya sekarang, akankah kita senasib dengan televisi? Akankah keislaman kita musiman juga saat Ramadhan? Akankah ibadah kita juga meningkat saat Ramadhan saja? Akankah tutur kata dan mata kita terjaga hanya saat Ramadhan, dan menjadi liar sesudahnya? Apakah kita hanya menjadi “malaikat” saat Ramadhan dan kembali menjadi “iblis” saat Ramadhan pergi? Akankah kita seperti anak SD yang hanya terlihat khusyu shalat saat ia melihat gurunya di masjid, dan bercanda dengan teman-temannya saat gurunya telah pergi? Sebegitukah nasib Ramadhan kita esok? Sebuah pertanyaan besar yang saya belum sanggup menjawabnya saat ini.

Saudaraku, selamat menyambut Ramadhan. Mari kita kuatkan azzam, agar Ramadhan kita benar-benar merubah kita. Buktikan bahwa mental Ramadhan kita tidak sekelas mental Ramdhan televisi, nggak semelempem itu. Ahlan wa shalan yaa Ramadhan. Mohon maaf buat para sobat semua.

Categories: my dien

Jundiku … (1)

September 11, 2007 · Leave a Comment

Ni foto jundiku, pas kemarin umminya cek ke dokter, buat persiapan puasa yang tinggal di depan mata. Untuk kali kedua cintaku tak kudampingi saat ke dokter. Usia kehamilan dah memasuki minggu ke 23. Kata istri, diameter kepala dah 5.7 cm, sementara tulang paha 3.7 cm.

Jundiku 23 minggu

Yang kuat ya nak. Temani ummimu di sana untuk berjuang menggenapkan Ramadhannya. Kamu pasti kuat. Sekuat ummimu yang 2 minggu yang lalu harus pulang-pergi surabaya-bekasi dalam sehari untuk mengemban “tugas negara”. Kamu pasti kuat. Sekokoh ibumu yang sering kutinggal pergi tiap hari, dan sekarang pergi lebih jauh lagi. Namun bersyukurlah, karena insya Allah abimu ini akan kembali sebulan lagi.

Categories: my family

Tips Sukses Ramadhan

September 10, 2007 · Leave a Comment

1. Bertaqwalah kepada Allah dimanapun berada.
2. Jauhilah dosa sekecil mungkin.
3. Jagalah pandangan dari hal yang tidak seharusnya.
4. Khusyu’lah dalam shalat.
5. Berdoalah pada Allah dengan penuh keyakinan dan kesungguhan, jangan bermain-main.
6. Bermujahadah untuk mengkhatamkan Qur’an minimal 1 kali.
7. Menjaga lidah, terutama dari ghibah.
8. Menambah amalan saat malam-malam Ramadhan.
9. Menjaga makanan dari makanan yang syubhat/dilarang.
10. Membantu sesama apa yang bisa dilakukan.

Categories: my dien

Lagu rindu

September 6, 2007 · Leave a Comment

Tadi pagi, pake YM, saya sms istri, isinya sepert ini :

Istriku yang kucinta
Pujaan hatiku
Telah lama tak jumpa
Sebulan lamanya
Tak mudah kulupakan
Tak mudah berpisah
Selalu kurindukan
Putriku tersayang …

*Liriknya pake lagu Desaku yang kucinta :)

Ehh, dapet balesan juga kayak gini :

Suamiku suamiku
Tak lama bertemu
Merah kuning hijau
Rasanya hatiku
Ku ingin bertemu cinta di hatiku
Suamiku suamiku
Ku sayang padamu …

Yang ini dari lagu mana hayo? Hehehe … bisa aja yah.

Categories: my family

Selamat Milad, Putriku Sayang …

September 4, 2007 · Leave a Comment

25thn

Tiada kata yang patut terucap
Selain munajat kesyukuran akan kehidupan
Ditakdirkan sebagai manusia sempurna yang tak kurang apa
Yang kecantikannya melampaui bidadari langit
Surga dunia kan didapat
Dari seorang istri shalihah
Yang setia menemani suami kala ada di sisi
Yang kukuh menjaga diri tak kala suami pergi

Duhai Putri Sayang-ku
Tak terbayang sebelumnya kaulah bidadariku dari surga yang diturunkan-Nya
Selamat Milad yang ke 25
Semoga Allah mennyuburkan cinta kita yang hanya untuk-Nya
Menjaga kesucian cinta ini hanya untuk Rabb Sang Pemilik Cinta
Cinta-Nya, Cinta kita yang hanya untuk-Nya
Semoga jadi bekal besar bagi kita untuk menjaga buah cinta kita
Yang tak lama lagi insya Allah kan hadir di sisi
Dengan tawa dan senyumnya
Semoga kebersamaan ini kan tetap terjaga hingga kita berkumpul nanti di Jannah-Nya

Peluk cium sayang, dari Mas yang jauh dari dirimu, namun hatinya kan tak berjarak darimu

Categories: my family