achdaf weblog

Lebaran Di Korea (lagi)

October 24, 2007 · 3 Comments

Lebaran kali ini adalah untuk kali yang ketiga saya melakukannya di negeri seberang. Jangan ditanya gimana perasaan saya, sungguh berat. Apalagi kali ini harus meninggalkan istri dan calon anak saya. Tahun kemarin alhamdulillah Allah masih memberi kesempatan kepada saya untuk bs full Ramadhan dan Lebaran di Indonesia, tapi kali ini Allah berkehendak lain, saya harus masih di sini. Rencana balik kampung pun gagal. Tiket yang sudah disiapkan jauh hari sebelumnya akhirnya tidak terpakai, meski akhirnya ada teman yang siap menggantikan. Sebenarnya dari manager di Indonesia saat keberangkatan begitu meyakinkan kalau kami akan pulang sekitar 3 hari sebelum lebaran, tapi apa dikata. Schedule begitu padat dan tidak mungkin ditinggal pada saat itu, ya akhirnya harus dijalani apa adanya.
5 sekawan
Lebaran kali ini kami memutuskan untuk shalat ied di KBRI. Dua kali lebaran sebelumnya, pertama kami melakukannya di Masjid Seoul (2004), sementara tahun 2005 kami mengadakan shalat ied sendiri, mengingat ada beberapa rekan yang tidak diijinkan untuk libur, dan hanya mendapat ijin untuk datang terlambat. Nuansa berbeda kami dapatkan di KBRI kemarin, berasa di Indonesia. Ketika keluar dari stasiun dan dalam perjalanan kaki menuju KBRI, sayup-sayup terdengar suara takbir, dengan lantunan suara khas Indonesia. Dan ketika memasuki lapangan jamaahnya ternyata sudah banyak. Kebanyakan para jamaah adalah para TKI (termasuk saya kali ya :) , hehehe …), dengan dandanan khas mereka. Shalat ied sndiri dimulai pukul 8.30 pagi, cukup siang memang, mengingat harus menunggu para jamaah yang berasal dari berbagai kota di sekitar Seoul. Saya sendiri dkk harus menempuh perjalanan dengan kereta sekitar 1 jam. Setelah Shalat ied, dilangsungkan khutbah dalam bahasa indonesia (berbeda dengan di masjid seoul dulu yang dilakukan dalam bahasa arab dan korea yang saya sama2 tidak mengerti :) ). Yang bikin saya kaget di sini adalah para jamaah yang setelah shalat ied sudah langsung pada bubar, berdiri dan berbincang satu sama lain. Pun khutbahnya juga dilakukan hanya sekali, dan bukan dua kali. Mengingat kondisi para jamaah yang sudah dikatakan bubar sebelum khutbah pertama selesai. Apa mau dikata, kalau harus dipaksakan khutbah kedua mungkin lebih kacau lagi. Dan acara yang ditunggu pun tiba, makan bersama :D . Opor ayam telah disiapkan oleh pihak kedutaan. Meski harus berdesakan, akhirnya kami berlima dapat juga opor lebaran, made in korea (kasian banget ya…:).

Categories: my journey

3 responses so far ↓

You must be logged in to post a comment.