achdaf weblog

Bisakah kita hidup dengan apa yang kita butuhkan, meski kita mampu lebih dari itu?

December 15, 2007 · Leave a Comment

Pertanyaan yang menggelitik bagi saya. Mengingat kalau dilihat, seringkali kita merasa bahwa kita tidak membutuhkan sesuatu katakanlah X, namun karena ada keinginan, jadilah kita membelinya, atau kalau kita tidak merasa membutuhkannya, akhirnya dengan segala alasan kepada diri kita sendiri, akhirnya sesuastu itu jadi “kebutuhan” kita, secara kita juga memiliki kemampuan untuk memiliknya. Berbeda halnya kalau kemampuan kita terbatas :) . Atau katakanlah kita sebenarnya hanya cukup untuk membeli barang dengan nilai C, namun karena keinginan dan karena kita merasa mampu memiliki barang kelas A (padahal mungkin nanti jadi ga optimal fungsinya), jadilah kita membelinya. Seperti halnya anak-anak SD jaman sekarang yang sudah pada pegang HP yang harganya sama dengan gaji UMR 5 bulan seorang buruh.

Tanpa kita sadari, setan telah menyerang kita, membunuh kita secara perlahan. Mengikis sensitifisme kita akan lingkungan sekitar kita. Tanpa sadar, karena hati kita telah tergerus oleh dunia yang Allah telah anugerahkan lebih kepada kita, jadilah hati kita mati tanpa kita sadari, atau kotor tanpa kita nyana. Tanpa sadar, kesyukuran kita baru sebatas ucapan “Alhamdulillah” sampai batas tenggorokan kita, tanpa bisa merasuk hati kita. Tanpa bisa membuat kita agar lebih dekat kepada-Nya. Hingga suatu saat, kita berada di batas jurang kekufuran tanpa kita sadari, padahal selama ini kita merasa telah bersyukur kepada-Nya. Namun amal kita ternyata kosong tanpa ruh, tanpa nyawa,

Categories: my life

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

You must be logged in to post a comment.