Apa yang ada, jarang disyukuri
Apa yang tiada sering dirisaukan
Petikan nasyid yang dulu sering saya dengar, saat awal-awal saya mengenal nasyid. Waktu itu dibawakan oleh The Zikr. Sampai saat inipun syair itu senantiasa sering saya ingat, kala saya merasa ada yang kurang dengan apa yang sudah saya punyai. “Rumput tetangga lebih hijau daripada rumput sendiri”, pepatah itu rasanya juga bisa mewakili bahasa lain syair di atas. Kita sering merasa pekerjaan, lingkungan, kendaraan, rumah, atau apalah yang sudah kita miliki rasanya lebih jelek dibandingkan apa yang dimiliki oleh teman, tetangga atau saudara kita. Padahal banyak diantara saudara kita yang belum mendapatkan apa yang kita sudah miliki. Tabiat manusia memang seperti itu. Dan syukur memang bukan pekerjaan mudah. Syukur bisa dikatakan setara dengan keimanan, bahkan ada yang mengatakan lebih tinggi. Karena atas dasar keimananlah, Rasulullah bisa menjadi hamba yang paling bersyukur. dan apabila kita telah mampu bersukur, maka kita harus bersyukur atas kesyukuran kita itu.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must be logged in to post a comment.