achdaf weblog

Entries from February 2008

Investasi Akhirat

February 27, 2008 · 1 Comment

Ahad kemarin, untuk kesekian kalinya, saya berkesempatan berkunjung ke Islamic Center Iqro di daerah Pondok Gede. Saat itu saya berniat mengantar istri, yang sambil menggendong putri saya yang masih 1,5 bulan, yang akan mengikuti kuliah tafsir sebagai bagian dari program tahsin yang diikutinya 2 kali seminggu. Niatan awalnya hanya mengantar, karena acara itu memang untuk ibu-ibu. Tapi alhamdulillah, panitia rupanya cukup pengertian, dengan menyediakan tempat bagi bapak-bapak yang mengantar istrinya untuk ikut mengikuti acara tersebut.

Sambil memperhatikan sekeliling kompleks, saya teringat akan mendiang seorang ustad yang sangat sederhana dan bersahaja, yang menjadi pendiri lembaga ini, ustad Rahmat Abdullah. Ustad yang sempat dijuluki syaikhut tarbiyah oleh sejumlah kalangan. Seorang ulama yang menurut saya meninggal dalam usia yang tidak terlalu tua, namun karya beliau masih terasa hingga kini. Ulama yang mungkin tak banyak meninggalkan warisan dunia bagi anak-anaknya, apakah itu berupa deposito, asuransi pendidikan, reksadan, tanah, rumah atau yang lainnya. Ia meninggalkan sebuah tempat bagi para murid-murid dan orang-orang di sekitarnya untuk mentarbiyah diri mereka, beliau tak banyak berinvestasi di dunia, tapi investasi akhiratlah yang banyak beliau tinggalkan, sesuatu yang akan menemaninya terus di akhirat kelak, yang pahalanya tak putus meski Allah tlah memanggilnya.

Hari ahad sore
nya, saya mendapat kabar dari kakak di Surabaya, kalau pakde saya (mas dari ibu saya) meninggal dunia, setelah beberapa hari dirawat di RS. Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amalannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Teringat kembali akan kematian yang sering saya terlupa, sibuk dengan urusan dunia. Mengejar ini itu, sambil sesekali teringat akan mati, namun tak membekas di hati. Teringat kembali bahwa segala harta yang kita miliki akan kita tinggalkan, tanpa sedikitpun kita bawa. Yang menemani kita hanya amalan, dan investasi kita untuk akhirat, bukan investasi di dunia kita. Apa yang akan saya bawa kalo besok Allah memanggil saya? Investasi apa yang akan saya bawa sebagai bekal untuk menghadapnya? Saya yang kadang sayang akan harta yang seharusnya saya keluarkan berupa zakat, padahal itu adalah kewajiban, lalu apa yang akan saya bawa nanti? Kalau ustad Rahmat wafatl telah meninggalkan Iqro sebagai investasi akhiratnya, lalu apa yang akan saya bawa nanti? Kalau pekerjaan sering membuat kita menunda waktu shalat, atau dengan alasan yang kita buat-buat sendiri sehingga mengurangi zakat yang seharusnya kita keluarkan, apa yang akan kita bawa kelak?

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya): Jika telah meninggal seorang manusia, maka terputuslah semua amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya. (HR Muslim)

Categories: my life