Ketika awal tahun 2001-an, saya sempat diprospek oleh teman SMU saya, yang mencoba menawarkan produk bisnisnya yang akhiranya saya mengenalnya sebagai MLM alias Multi Level Marketing. Waktu itu dengan segala macam argumentasi dia menceritakan bahwa dengan MLM yang ia ikuti, kita akan bisa meraih apa yang dinamakan passive income, dimana suatu saat (mungkin) kita tidak perlu mencari uang, tetapi uanglah yang akan datang dengan sendirinya. Digambarkan bahwa kita tinggal berleha-leha dan uang akan mengalir ke rekening kita sekian juta setiap bulan, bahkan setiap hari. Tawaran yang sanagt menarik saat itu, apalagi modalnya yang terbilang “cukup kecil”. Tapi mungkin karena waktu itu saya tidak punya uang yang cukup, akhirnya jadi alasan bagi saya untuk tidak mengikutinya, walaupun pada akhirnya saya menemukan alasan yang lebih rasional untuk tidak pernah terlibat di dalamnya.
Kembali ke passive income. Digambarkan bahwa passive income adalah saat dimana kita tidak perlu mencari uang lagi, alias kita tak perlu bekerja untuk mencari uang, dan uang akan mengalir begitu saja. Sehingga kalaupun kita tidur dalam sebulan terus menerus, rekening kita tak pernah kosong alias terisi terus. Begitulah gambaran sekilasnya. Saya menggunakan istilah yang lain tentang passive income ini, yakni passive income kebaikan. Kalau tadi income atau pendapatan yang dimaksud di sini adalah pendapatan berupa materi atau uang, maka passive income kebaikan, pendapatan kita adalah berupa pahala yang terus menerus mengalir ke rekening kebaikan kita, tanpa kita melakukannya, mengalir saat kita tidur pun, dan yang lebih penting lagi, ia kan mengalir tak hanya saat kita hidup di dunia ini, namun juga saat kita sudah mati, itulah passive income kebaikan.
Dalam dien yang mulia ini, ada 3 macam passive income kebaikan, yakni shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, serta anak shalih yang mendoakannya. Rasuslullah pernah menyampaikan dalam salah satu sabdanya. Sungguh indah, kita tak perlu khawatir setelah kita mati nanti, karena kebaikan kita akan mengalir terus, meski liang kubur telah menutup kesempatan kita untuk beramal secara langsung di dunia, karena kita telah memiliki passive income tersebut. Ketiga macam amal tersebut, bila telah kita benar-benar berusaha untuk menunaikannya, insya Allah akan mengisi pundi-pundi amal kita tak hanya di dunia, namun juga saat gerbang kematian tak memisahkan kita untuk berkesempatan beramal di dunia ini. Maka kini saatnya bagi kita untuk mempersiapkan diri meraih “kebebasan finansial” yang sebenarnya, mendapat passive income kebaikan, dengan 3 amal tadi.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
You must be logged in to post a comment.