achdaf weblog

Entries categorized as ‘my world’

Launching Calon Walikota Bekasi

June 22, 2007 · 1 Comment

Ust. Syaikhu

Setelah PDIP mengumumkan pencalonan Mohtar Muhammad (yang iklan narkobanya sekaligus kampanyenya sering kita dengar lewat radio maupun iklan di jalan) sebagai calon walikota Bekasi, giliran Partai Keadilan Sejahtera mengumumkan jagoannya. Bertempat di GOR Bekasi, hari Ahad 17 Juni 2007 yang dihadiri ribuan massa PKS, diumumkanlah Ust. Ahmad Syaikhu yang saat ini juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kota Bekasi sebagai calon walikota pada pilkadal 2008 nanti. Saya dan istri alhamdulillah berkesempatan menghadiri launching tersebut. Suasana yang cukup sering saya rindukan terasa kembali. Bergabung dengan ribuan manusia, membangkitkan semangat saya kembali, serta bernostalgia dengan suasana pemilu sekitar 3 tahun yang lalu. Great ! Lebih lanjut profil Ust. Syaikhu bisa diklik di sini.

Categories: my world

Bal hum adhol …

December 21, 2006 · 1 Comment

“Wah, ternyata monyet, kirain DPR beneran …”, tiba-tiba teman saya nyeletuk di sela-sela jam kerja. “emang kenapa, Pak”, timpal saya. “Ini lho, saya dapat kiriman video, katanya sih rekaman DPR 2. kirain kayak yang kemarin, ternyata bukan. Malah video monyet yang lagi gituan terus direkam orang”. Saya tersenyum saja dengan celotehan teman saya itu. “Yah, begitulah Pak, kalau hewan mah gak punya malu kalau lagi begituan dilakukan di depan umum, biarpun diliat banyak orang, karena sudah nafsu ya dilakuin aja. Maklum lah, hewan. Wong saya aja pernah nemuin kucing lagi kayak gitu di depan musholla depan rumah. He he he … Dasar kucing, hewan”, saya lanjutkan berkomentar. “Ooo, jadi kalau ada orang yang begituan diliat banyak orang trus dia gak malu berarti gak kalah ama hewan ya Pak?”, teman saya melanjutkan. “Ya, kurang lebih seperti itu :) “.


Manusia diciptakan dengan segala kelebihannya dibandingkan makhluk Allah lainnya. Derajatnya bisa berubah-ubah, tergantung keinginannya. Ia bisa lebih mulia dari para malaikat, bila ia benar-beanr menempatkan kecintaan pada Rabb-nya pada derajat kecintaan yang tertinggi. Namun ia bisa sederajat dengan binatang ternak, bahkan lebih rendah lagi (bal hum adhal) bila tingkah lakunya tidak jauh berbeda dengan binatang. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, betapa kemaksiatan jadi sesembahan. Zina jadi kebanggaan. Manusia hanya menjadi budak dari hawa nafsunya sendiri, padahal pada saat yang sama ia menagatakan bahwa itulah kebebasan yang dimilikinya, seperti halnya bebasnya makhluk penghuni kebun binatang yang tak pernah malu untuk tak berpakaian disaksikan banyak orang dan berbuat begituan dengan disaksikan berjuta mata. Seakan ingin mengatakan, “Inilah aku, yang bisa berbuat sesuka hatiku. Saksikan aku berbuat ini dan itu. Itu adalah HAM bagi ku. Lihatlah diriku. Semoga engkau menikmatinya.”. Hal yang sama mungkin juga dikatakan dalam hati monyet yang direkam ketika berbuat seperti itu dan dilihat teman saya video rekamannya.

Categories: my world

Posting ah …

November 27, 2006 · Leave a Comment

Lama gak posting di blog saya ini, kalo dilihat 2 postingan saya terakhir bisa dikatakan “gak ada isinya”, soalnya cuman ucapan selamat berpuasa dan selamat lebaran. Gak tau mengapa mood saya dalam menulis berkurang drastis. Bukannya gak ada ide, tapi rasanya kurang cukup waktu bagi saya untuk enjoy dalam menulis. Bukannya sok sibuk, soalnya saya mungkin termasuk orang yang waktu luangnya cukup banyak. Tapi kadang memang saya membutuhkan waktu yang rileks bagi saya untuk menulis sehingga saya bisa menimati proses menulis itu. Selain tentu saja ide apa yang bisa dijadikan bahan untuk menulis. Yah, doain aja saya bisa siuman dari “pingsan” ini :D

Categories: my world

Kedewasaan

October 20, 2004 · 2 Comments

Ngomong-ngomong soal kedewasaan, ane jadi ingat salah satu iklan rokok yang bunyinya kalo gak salah begini, “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan”. Ya, memang kedewasaan itu tidak diukur dari usia seseorang. Karena menurut ane, kedewassan itu lebih dipengaruhi oleh mental dan jiwa, secara psikis, bukan fisik. Karena betapa banyak kita menemui orang dengan usia yang sudah dibilang tua, namun dalam kelakuannya belum menunjukkan sikap kedewasaan, malah kadang kekanak-kenakan, tua yang ane maksud di sini tidak termasuk manula, yang kekanak-kanakannya memang karena pikun. Atau kadang kita tidak jarang menemui seseorang yang secara umur relatif muda, tapi secara pemikiran dan sikap telah menunjukkan kematangan dalam dirinya. Kedewasaan menurut ane dapat dilihat dari bagaimana cara dia berfikir, bertingkah laku, bagaimana cara dia mengendalikan emosi, menyikapi masalah, bersikap terhadap orang lain, cara berbicara dsb, Kedewasaan ini banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain lingkungan, didikan orang tua, pendidikan, baik formal maupun informal, agama, dan mungkin juga faktor keturunan.

Kedewasaan ini menurut saya sangat mempengaruhi jalan hidup seseorang, dan ini sangat diperlukan untuk kelak menunjukkan kemandiriannya, kemampuannya dalam mengendalikan dan memimpin diri sendiri, terlebih lagi ia seorang pemimpin orang banyak, apalagi pemimpin bangsa. Kedewasaan itu mutlak diperlukan. Namun sayangnya hal ini tidak ditunjukkan olah mantan presiden kita, Megawati. Bayangkan, ketika para kepala negara dan utusan negara lain menghadiri momentum bersejarah di negara kita ini, ternyata malah presidennya sendiri (waktu itu kan SBY belum resmi dilantik, jadi belum bisa disebut presiden) eh malah nggak datang. Berbagai isu pun muncul. Ada yang bilang sakit hati, ingin menenangkan diri, dsb. Yang salah satu beritanya beliau itu sakit hati, soalnya pas dulu SBY ditanya apa mau mencalonkan diri sebagai presiden, dijawab nggak. Eh, sekarang malah dikalahkan oleh SBY. Kesimpulannya, beliau itu ngambek. Kalo yang ngambek itu anak-anak seumur tk ato sd sih nggak apa-apa, namanya juga anak-anak, kan belum dewasa, belum bisa mengendalikan diri. Tapi ini yang ngambek itu presiden, ato mantan presiden lah, yang seharusnya bisa dewasa dalam bersikap, mana masalah yang sifatnya pribadi, mana yang itu termasuk tugasnya sebagai kepala negara. Karena kemaren pas pemilu itu yang kalah kan Megawati calon presiden dari PDIP, sedang yang diundang untuk hadir dalam pelantikan presiden adalah Megawati sang presiden RI. Tapi ternyata, beliau masih belum bisa membedakan itu kelihatannya, jadinya ngambek! Kalo ngambek itu menurut saya adlah sifat anak-anak, ato kekanak-kanakan, bukan sifat pemimpin bangsa, bukan sifat orang dewasa. Jadinya mantan presiden kita itu kekanak-kanakan dong ? Terserah, anda sendiri yang menilai.

Categories: my life · my world